Lakarkan perjalanan hidup,
apa yang sedang dilalui,
apa yang sedang dirasai,
apa yang terpendam di hati,
terus ke hujung pena.
Benar atau tidak
Ianya hanya dari satu sisi.
Bila hati berbicara.. senandung lagunya adakala ria, adakala lara dan adakala sepi tanpa kata..
Andai saja kita bertemu sewaktu diri belum dipunyai, belum dimiliki.
Pasti diri ini akan memilih untuk sehidup semati
berdua
bersama.
Tanpa ragu, tanpa soal. Sedia terima, dengan hati terbuka.
Pasti.
Namun itu hanya 'andai'.
Semanis gegula kapas, merah jambu, warna keanakan yang hidup di kayangan.
Realitinya kaki terikat pada bumi.
Andai saja...
kosong - kosong.